Thursday, October 6, 2016

Sistem Cerdas



Artificial Intelligence (sistem cerdas) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika. Mahasiswa akan dibekali logika fuzzy, Algoritma Genetika dan Neural Network.

Kecerdasan Buatan atau Sistem Cerdas atau Intelegensi Buatan atau Artificial Inteligent (AI) merupakan cabang terpenting dalam komputer. Komputer tidah hanya alat untuk menghitung, tetapi diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia. Manusia mempunyai pengetahuan, pengalaman dan kemampuan  penalaran dengan baik, untuk itu komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus dibekali pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar.

Kecerdasan Buatan termasuk bidang ilmu yang relatif muda. Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres Y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah ditemukannya komputer digital. Pada tahun 1950-an para ilmuwan dan peneliti mulai memikirkan  bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan pekerjaannya seperti yang bisa dikerjakan oleh manusia. Seorang matematikawan Inggris, Alan Turing pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas. Hasil tes tersebut kemudian dikenal dengan Turing test, dimana mesin tersebut menyamar seolah-olah sebagai seseorang di dalam suatu permainan yang mampu memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan. Turning beranggapan bahwa, jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas layaknya manusia. Istilah Kecerdasan Buatan dimunculkan pertama kali oleh pofesor dari  Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang bernama John McCarthy pada tahun 1956 di Dartmouth Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI. 

Pada Konferensi tersebut juga didefinisikan tujuan utama dari Kecerdasan Buatan, yaitu: mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan  pada komputer digital. Beberapa program AI yang antara lain:
a. Logic Theorist diperkenalkan pada Dartmouth Cobference. Program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika 
b. ELIZA , deprogram oleh Joseph Weinzenbaum (1967). Program ini mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa  pertanyaan.
c. Sad Sam, deprogram oleh Robert K. Lindsay (1960), program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.

A. Sistem Cerdas

    Manusia dalam menjalankan aktivitas tentulah membutuhkan proses berfikir dan membutuhkan kecerdasan. Otak merupakan salah satu organ terpenting manusia, yang berpengaruh terhadap kecerdasan manusia. Agar terasahnya kecerdasan yang pada manusia, tentulah manusia melakukan proses penalaran dan pembelajaran, sehingga mampu melakukan adaptasi dan pengambilan keputusan.

   Seiring dengan perkembangan zaman, akibat dari kecerdasan manusia juga, berkembanglah sebuah ilmu pengetahuan yaitu sistem cerdas. Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]). Dapat dikatakan bahwa sistem cerdas merupakan suatu sistem yang dapat menirukan pola pikir dan hal-hal yang dapat dilakukan manusia. Teknologi yang memiliki sistem cerdas dapat mengenali atau melakukan komunikasi layaknya manusia. Tentunya untuk dapat melakukan hal tersebut, sistem tersebut harus diberi pengetahuan, melakukan proses pembelajaran dan penalaran.

Tujuan dari kecerdasan buatan menurut Winston dan Prendergast [1984]:
  • Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
  • Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah)
  • Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)
  B. Fungsi Sistem Cerdas
 

Sebuah sistem cerdas tercipta untuk dapat membuat mesin atau sistem yang dapat bermanfaat untuk kehidupan manusia, sehingga dapat membantu dan memudahkan aktivitas manusia.

Sistem cerdas ada ketika :


  • Perancangan program (komputasi konvensional) sudah tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang diberikan, progammer sudah memberikan bendera putih.
  • Penggunaan if than else tidak sanggup untuk menyelesaikan permasalahan. (artinya: jika penyelesaian permasalahan menggunakan ‘if than else’ yang jumlahnya tidak terbatas (banyak), sehingga akan sulit dirancang).

Kedua keadaan itulah yang membuat para ahli merancang sistem cerdas. Sistem cerdas dapat dikatakan sebagai ‘bayi mesin’. Bayi mesin merupakan sebuah sistem dasar/basic, yang menggunakan konsep, formula dan arsitektur dasar. Sehingga dengan bayi mesin tersebut sistem cerdas tersebut dapat diaplikasikan untuk mengatasi berbagai hal permasalahan yang diberikan.  Dengan Bayi mesin ini, tidak perlu dilakukannya programming ulang dan membentuk program baru untuk dapat mengatasi permasalahan baru. Berbeda dengan pemrograman biasa (komputasi konvensional) menggunakan aplikasi pemrograman seperti C/C++/delphi dsb, dimana untuk permasalahan baru, biasanya dirancang program baru.

C. Konsep Dasar Sistem Cerdas 
Konsep dasar dalam sebuah sistem cerdas terbagi menjadi 3, yaitu :

 1. Artificial Neural Network
Merupakan konsep bagaimana otak manusia bekerja, seperti yang kita ketahui otak manusia terdiri atas sel saraf yang memiliki network. Network atau jaringan dirumuskan menjadi sebuah persamaan matematis sehingga dapat diaplikasikan pada prosesor.

 2. Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan
Merupakan kelanjutan dari Artificial Neural Network, yaitu konsep bagaimana manusia berpikir. Komputer diharapkan dapat berlaku dan mengambil keputusan seperti manusia, serta mampumempelajari permasalahan yang ada.

 3. Fuzzy Logic atau Logika Samar,
merupakan perasaan yang ditanamkan pada komputer, proses pengambilan keputusan dilakukan 'diantara 1 dan 0'. Komputer dapat memiliki toleransi, unsur rasa atau 'kira-kira', dan kesensitifan dari input yang diberikan.
 
D. Cara Kerja Sistem Cerdas
Layaknya manusia, semakin banyak diberikan pengetahuan, maka semakin terasah kecerdasannya. Pengetahuan dapat diberikan melalui proses pembelajaran. Begitu pula mesin sistem cerdas, dengan diberikan proses pembelajaran maka mesin akan semakin cerdas. Akan secara otomatis manusia melakukan proses pembelajaran, karena kesadaran diri sendiri dan rasa ingin tahunya, namun berbeda pada mesin sistem cerdas, proses pembelajarannya harus diberikan oleh manusia. Apakah bisa suatu mesin sistem cerdas melakukan proses pembelajaran sesuai keinginan sendiri?

Mesin yang akan dicerdaskan harus diberi bekal pengetahuan dengan diberikan proses pembelajaran. Ada beberapa metode sistem cerdas yang dikembangkan. Beberapa permasalahan khusus dikelompokan sebagai berikut :


  •     Formal tasks (matematika, games)

  •     Mundane task (perception, robotics, natural language, common sense,reasoning)

  •     Expert tasks (financial analysis, medical diagnostics, engineering,scientific analysis, dll)
Manusia dalam menjalankan aktivitas tentulah membutuhkan proses berfikir dan membutuhkan kecerdasan. Otak merupakan salah satu organ terpenting manusia, yang berpengaruh terhadap kecerdasan manusia. Agar terasahnya kecerdasan yang pada manusia, tentulah manusia melakukan proses penalaran dan pembelajaran, sehingga mampu melakukan adaptasi dan pengambilan keputusan.




Sumber referensi :
2.      Diktat Sistem Cerdas, oleh Atika Anggraini

 

Monday, December 28, 2015

PERUBAHAN, PENGEMBANGAN ORGANISASI, BUDAYA, KREATIVITAS DAN TEAM PROSES INOVASI


  1. PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI


  1. PENGERTIAN PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

    PENGERTIAN PERUBAHAN ORGANISASI

    Pengertian Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.

    PENGERTIAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

    Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

  2. LANGKAH-LANGKAH PERUBAHAN ORGANISASI

    Langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi, Langkah tersebut terdiri dari :


  1. Mengadakan Pengkajian : Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
  2. Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
  3. Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
  4. Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
  5. Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
  6. Mengadakan perubahan struktur organisasi.
  7. Mengubah sikap dan perilaku pegawai.
  8. Mengubah tata aliran kerja.
  9. Mengubah peralatan kerja.
  10. Mengubah prosedur kerja.
  11. Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar-personal.


  1. PERENCANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI

    Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini.

    Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan

    Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif.

    Tahap 2 : Merumuskan keadaan saat ini

    Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersediauntuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkutwaktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua inimemerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melaluikomunikasi dalam organisasi.




    Tahap 3 : Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan

    Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan.

    Tahap 4 : mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaiantujuan

    Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.

  2. IMPLIKASI MANAJERIAL

    Perubahan organisasional adalah tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini, lalu kondisi masa yang akan datang yang diinginkan guna meningkatkan efisiensinya. Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama /koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.

    Kekuatan-kekuatan internal dalam perubahan organisasi, perubahan kebijakan lingkungan, perubahan tujuan, perluasan wilayah operasi tujuan, volume kegiatan bertambah banyak, sikap dan perilaku dari para anggota organisasi. Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu politik, hukum, kebudayaan, teknologi, sumberdaya alam, demografi dan sosiologi.

    Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu kompetisi yang semakin tajam dalam organisasi, perkembangan IPTEK, perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial yang membuat organisasi berfikir, bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi. Kekuatan-kekuatan internal yaitu struktur, sistem dan prosedur, perlengkapan dan fasilitas, proses dan saran apabila tidak cocok akan membuat organisasi melalui perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokkan dengan kebutuhan yang ada.


  1. BUDAYA, KREATIVITAS DAN INOVASI


  1. PENGERTIAN DAN FUNGSI BUDAYA ORGANISASI

    Pengertian Budaya Organisasi

    Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.  Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

    Dalam buku Handbook of Human Resource Management Practice oleh Michael Armstrong pada tahun 2009, budaya organisasi atau budaya perusahaan adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan.

    Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :


  1. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
  2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
  3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
  4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
  5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

    Budaya memiliki sejumlah fungsi dalam organisasi.


  1. Batas

    Budaya berperan sebagai penentu batas-batas; artinya, budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi lainnya.

  2. Identitas

    Budaya memuat rasa identitas suatu organisasi.

  3. Komitmen

    Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.
  4. Stabilitas

    Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan karyawan.

  5. Pembentuk sikap dan perilaku

    Budaya bertindak sebagai mekanisme alasan yang masuk akal (sense-making) serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap dan perilaku karyawan.


  1. TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI

    Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3).

    Beranjak dari aneka definisi, lapisan, dan perspektif dalam memandang budaya organisasi, maka muncul aneka ragam tipologi budaya organisasi. Tujuan tipologi ini menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas. Kajian mengenai tipologi budaya organisasi ini sangat bervariasi.

    Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi. Amitai Etzioni membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi. Jenis kekuasaan ia bagi menjadi Koersif, Remuneratif, dan Normatif sementara jenis keterlibatan ia bagi menjadi Alienatif, Kalkulatif, dan Moral. Tabel dari tabulasi silang tersebut sebagai berikut:

    Tabel 5 Jenis Kekuasaan dan Keterlibatan Individu versi Etzioni



    Jenis Kekuasaan. Koersif adalah kuasa dalam organisasi yang muncul dari penghukuman fisik atau ancaman penghukuman fisik. Remuneratif muncul dari Kendali atas sumber daya dan reward material. Normatif muncul dari distribusi dan manajemen reward serta penalti simbolik. 

    Keterlibatan. Adalah kecenderungan evaluatif dan emosional dari para aktor terhadap suatu tindakan. Alienatif adalah keterlibatan yang sangat tidak disetujui. Kalkulatif adalah keterlibatan yang lemah baik itu setuju atau tidak setuju. Moral adalah keterlibatan yang sangat disetujui.

    Etzioni yakin bahwa cenderung akan ada perimbangan antara keterlibatan dan power dalam suatu organisasi sehingga pola budaya suatu organisasi adalah persilangan antara kedua konsep tersebut. Menurut Etzioni, tipe kombinasi yang paling sering muncul dalam realitas organisasi adalah Koersif-Alienatif, Remuneratif-Kalkulatif, dan Normatif-Moral yang pada tabel di atas ada dalam domain 1, 5, dan 9. Etzioni melanjutkan bahwa ketiga domain tersebut merupakan tipe organisasi yang paling efektif. Dari hasil tabulasi silangnya, Etzioni kemudian mengajukan tipologi organisasinya yaitu : (1) Organisasi Koersif; (2) Organisasi Utilitarian; dan (3) Organisasi Normatif.[29]

    Organisasi Koersif adalah organisasi di mana para anggotanya terperangkap dalam alasan fisik dan ekonomi sehingga harus mematuhi apapun peraturan yang ditimpakan oleh otoritas. Organisasi Utilitiarian adalah organisasi di mana para anggota dimungkinkan untuk bekerja yang adil untuk hasil yang adil pula serta adanya kecenderungan untuk mematuhi beberapa aturan yang esensial di samping para pekerja menyusun norma dan aturan yang melindungi diri mereka sendiri. Organisasi Normatif adalah organisasi di mana para individunya memberi kontribusi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri. 

    Tipologi Etzioni memungkinkan peneliti membedakan antara organisasi bisnis yang cenderung Utilitarian, organisasi Koersif seperti penjara dan rumah sakit jiwa, ataupun organisasi Normatif seperti sekolah, rumah sakit dan lembaga-lembaga nirlaba.

  2. KREATIFITAS INDIVIDU DAN TEAM PROSES INOVASI

    Kreativitas dengan inovasi itu berbeda. Kreativitas  merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru,  sedangkan  inovasi adalah  melakukan  sesuatu yang baru. Hubungan  keduanya  jelas. Inovasi merupakan aplikasi praktis dari kreativitas. Dengan  kata lain, kreativitas bisa merupakan variabel bebas, sedangkan inovasi adalah variabel tak bebas. Dalam praktek bisnis sehari-hari, ada perencanaan yang meliputi  strategi,  taktik, dan eksekusi. Dalam  pitching  konsultansi atau agency, sering terdengar keluhan bahwa secara konseptual apa yang  disodorkan agency bagus, tetapi strategi itu tak  berdampak pada  perusahaan  karena  mandek di  tingkat  eksekusi.  Mengapa? Sebab, strategi bisa ditentukan oleh seseorang, tetapi  eksekusinya  harus  melibatkan  banyak orang, mulai  dari  atasan  hingga bawahan. Di sinilah mulai ada gesekan antarkaryawan, beda persepsi hingga ke sikap penentangan.


    Itu sebabnya, tak ada perusahaan yang mampu berinovasi  secara konsisten  tanpa  dukungan karyawan yang bisa  memenuhi  tuntutan persaingan. Hasil pengamatan kami menunjukkan, perusahaan-perusahaan  inovator sangat memperhatikan masalah  pelatihan  karyawan, pemberdayaan, dan juga sistem reward untuk meng-create daya pegas inovasi.  Benih-benih inovasi akan tumbuh baik  pada  perusahaan-perusahaan  yang selalu menstimulasi karyawan, dan  mendorong  ke arah ide-ide bagus. Melalui program pelatihan, sistem reward, dan komunikasi,  perusahaan terus berusaha untuk  mendemokratisasikan inovasi.


  1. KESIMPULAN

    Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.

    Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

    Ada 11 langkah perubahan organisasi, yaitu mengadakan pengkajian, mengadakan identifikasi, menetapkan perubahan, menentukan strategi, melakukan evaluasi, Mengadakan perubahan struktur organisasi, Mengubah sikap dan perilaku pegawai, Mengubah tata aliran kerja, Mengubah peralatan kerja, Mengubah prosedur kerja dan Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar-personal.

    Lalu ada juga yang dinamakan budaya organisasi. Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.  Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

  2. SUMBER REFERENSI