Monday, November 21, 2016

Implementasi Java Servlet Faces (Materi Lepkom Gunadarma)

JSF adalah sebuah framework yang berfungsi untuk membangun suatu user interface pada suatu aplikasi web. JSF ini dibangun berdasarkan konsep-konsep yang diperkenalkan oleh framework Struts, dan memiliki keuntungan berupa sebuah arsitektur yang benar-benar memisahkan antara bagian business logic dan bagian standard komponen user interface yang dibentuk dengan cara yang hampir sama dengan widget Swing. 

Berikut adalah contoh kode program untuk JSF dan Login XHTML

(JSF)

package com.coba
public class jsf{
    private String name;
    private String npm, kelas, jur, fak;
    public String getName()
    {
        return name;
    }
    public void setName(final String name)
    {
        this.name = name;
    }
    public String getNpm()
    {
        return npm;
    }
    public void setNpm(final String npm)
    {
        this.npm = npm;
    }
    public String getKelas()
    {
        return kelas;
    }
    public void setKelas(final String kelas)
    {
        this.kelas = kelas;
    }
    public String getJur()
    {
        return jur;
    }
    public void setJur(final String jur)
    {
        this.jur = jur;
    }
    public String getFak()
    {
        return fak;
    }
    public void setFak(final String fak)
    {
        this.fak = fak;
    }
}


(Login.xhtml)

 <html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" xmlns:ui="http://java.sun.com/jsf/facelets" xmlns:h="http://java.sun.com/jsf/html" xmlns:f="http://java.sun.com/jsf/core">

<ui:composition template="/WEB-INF/templates/BasicTemplate.xhtml">
<ui:define name="content">
    <h:form>
    <h:panelGrid rows="5">
        <h:outputText value="Masukkan NPM"></h:outputText>
        <h:inputText value="#{jsf.npm}"></h:inputText>
        <h:outputText value="Masukkan Nama"></h:outputText>
        <h:inputText value="#{jsf.nama}"></h:inputText>
        <h:outputText value="Masukkan Kelas"></h:outputText>
        <h:inputText value="#{jsf.kelas}"></h:inputText>
        <h:outputText value="Masukkan Jurusan"></h:outputText>
        <h:inputText value="#{jsf.jurusan}"></h:inputText>
        <h:outputText value="Masukkan Fakultas"></h:outputText>
        <h:inputText value="#{jsf.fakultas}"></h:inputText>
    </h:panelGrid>
    <h:commandButton value="Simpan" action="Submit"></h:commandButton>
</h:form>
    </ui:define>
   
</ui:composition>
</html>








pada file JSF dideklarasikan method-method yang diperlukan pada login.xhtml.


 

Tuesday, November 8, 2016

TEKNOLOGI SISTEM CERDAS YANG PERNAH DIGUNAKAN



TEKNOLOGI SISTEM CERDAS YANG PERNAH DIGUNAKAN


 Image result for sistem cerdas


Kecerdasan Buatan didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia.
Ada tiga tipe teknologi sistem cerdas, yaitu Monitoring, Proses Bisnis/Transaksi dan Pakar. Berikut adalah teknologi sistem cerdas yang pernah saya gunakan.
1.      Alat fitness Treadmill.

Image result for treadmill
Treadmil adalah alat olah raga yang sering digunakan di pusat-pusat kebugaran seperti Gym. Namun banyak orang yang akhirnya membeli peralatan oleh raga sendiri di dalam rumahnya termasuk treadmil. Treadmill adalah alat yang digunakan untuk berjalan atau berlari di tempat yang sama. Alat fitness treadmill bisa digunakan untuk berjalan dan juga jogging. Biasanya alat ini memiliki banyak jenis, mulai dari yang hanya memiliki satu fungsi hingga yang memiliki banyak fungsi. Penggunaannya juga bermaca-macam, mulai dari cara manual, magnetik, sampai elektrik.
Pada teknologi treadmill ini diklasifikasikan lagi Input, Proses dan Output nya sebagai berikut.
A.    Input
Pada tahap ini, input yang dilakukan adalah dengan menekan tombol yang ada untuk mengatur kecepatan treadmillnya.
B.     Proses
Bentuk diagram proses pada treadmill nya adalah sebagai berikut.

 
 

C.     Output
Keluaran yang dihasilkan adalah berupa seberapa pelan atau cepat alas treadmill tersebut bergerak.


2.      Speech Recognition (SIRI)

Image result for siri
Speech Recognition adalah proses identifikasi suara berdasarkan kata yang diucapkan dengan melakukan konversi sebuah sinyal akustik, yang ditangkap oleh audio device (perangkat input suara). Keuntungan dari sistem ini adalah pada kecepatan dan kemudahan dalam penggunaannya.
Pada teknologi treadmill ini diklasifikasikan lagi Input, Proses dan Output nya sebagai berikut.
A.    Input
Pada tahap ini, input yang dilakukan adalah siri menangkap/capture suara dan mengenali kata/kalimat apa yang diucapkan.
B.     Proses
Bentuk diagram proses pada treadmill nya adalah sebagai berikut.

 

C.     Output
Keluaran yang dihasilkan adalah berupa kalimat berupa teks dan atau kegiatan yang telah diperintahkan sebelumnya.

3.      Timbangan Berat badan Digital


Adalah timbangan untuk mengukur berat badan kita dengan output berupa angka-angka digital. Keuntungan dari timbangan ini adalah hasilnya yang lebih akurat karena berupa angka desimal.
A.    Input
Pada tahap ini, input yang dilakukan adalah timbangan membaca massa badan kita.
B.     Proses
Bentuk diagram proses pada timbangan nya adalah sebagai berikut.

 

C.     Output
Keluaran yang dihasilkan adalah berupa angka desimal yang menunjukkan berapa berat badan kita.




Sumber referensi :

Thursday, October 6, 2016

Sistem Cerdas



Artificial Intelligence (sistem cerdas) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika. Mahasiswa akan dibekali logika fuzzy, Algoritma Genetika dan Neural Network.

Kecerdasan Buatan atau Sistem Cerdas atau Intelegensi Buatan atau Artificial Inteligent (AI) merupakan cabang terpenting dalam komputer. Komputer tidah hanya alat untuk menghitung, tetapi diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia. Manusia mempunyai pengetahuan, pengalaman dan kemampuan  penalaran dengan baik, untuk itu komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus dibekali pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar.

Kecerdasan Buatan termasuk bidang ilmu yang relatif muda. Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres Y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah ditemukannya komputer digital. Pada tahun 1950-an para ilmuwan dan peneliti mulai memikirkan  bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan pekerjaannya seperti yang bisa dikerjakan oleh manusia. Seorang matematikawan Inggris, Alan Turing pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas. Hasil tes tersebut kemudian dikenal dengan Turing test, dimana mesin tersebut menyamar seolah-olah sebagai seseorang di dalam suatu permainan yang mampu memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan. Turning beranggapan bahwa, jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas layaknya manusia. Istilah Kecerdasan Buatan dimunculkan pertama kali oleh pofesor dari  Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang bernama John McCarthy pada tahun 1956 di Dartmouth Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI. 

Pada Konferensi tersebut juga didefinisikan tujuan utama dari Kecerdasan Buatan, yaitu: mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan  pada komputer digital. Beberapa program AI yang antara lain:
a. Logic Theorist diperkenalkan pada Dartmouth Cobference. Program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika 
b. ELIZA , deprogram oleh Joseph Weinzenbaum (1967). Program ini mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa  pertanyaan.
c. Sad Sam, deprogram oleh Robert K. Lindsay (1960), program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.

A. Sistem Cerdas

    Manusia dalam menjalankan aktivitas tentulah membutuhkan proses berfikir dan membutuhkan kecerdasan. Otak merupakan salah satu organ terpenting manusia, yang berpengaruh terhadap kecerdasan manusia. Agar terasahnya kecerdasan yang pada manusia, tentulah manusia melakukan proses penalaran dan pembelajaran, sehingga mampu melakukan adaptasi dan pengambilan keputusan.

   Seiring dengan perkembangan zaman, akibat dari kecerdasan manusia juga, berkembanglah sebuah ilmu pengetahuan yaitu sistem cerdas. Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]). Dapat dikatakan bahwa sistem cerdas merupakan suatu sistem yang dapat menirukan pola pikir dan hal-hal yang dapat dilakukan manusia. Teknologi yang memiliki sistem cerdas dapat mengenali atau melakukan komunikasi layaknya manusia. Tentunya untuk dapat melakukan hal tersebut, sistem tersebut harus diberi pengetahuan, melakukan proses pembelajaran dan penalaran.

Tujuan dari kecerdasan buatan menurut Winston dan Prendergast [1984]:
  • Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
  • Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah)
  • Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)
  B. Fungsi Sistem Cerdas
 

Sebuah sistem cerdas tercipta untuk dapat membuat mesin atau sistem yang dapat bermanfaat untuk kehidupan manusia, sehingga dapat membantu dan memudahkan aktivitas manusia.

Sistem cerdas ada ketika :


  • Perancangan program (komputasi konvensional) sudah tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang diberikan, progammer sudah memberikan bendera putih.
  • Penggunaan if than else tidak sanggup untuk menyelesaikan permasalahan. (artinya: jika penyelesaian permasalahan menggunakan ‘if than else’ yang jumlahnya tidak terbatas (banyak), sehingga akan sulit dirancang).

Kedua keadaan itulah yang membuat para ahli merancang sistem cerdas. Sistem cerdas dapat dikatakan sebagai ‘bayi mesin’. Bayi mesin merupakan sebuah sistem dasar/basic, yang menggunakan konsep, formula dan arsitektur dasar. Sehingga dengan bayi mesin tersebut sistem cerdas tersebut dapat diaplikasikan untuk mengatasi berbagai hal permasalahan yang diberikan.  Dengan Bayi mesin ini, tidak perlu dilakukannya programming ulang dan membentuk program baru untuk dapat mengatasi permasalahan baru. Berbeda dengan pemrograman biasa (komputasi konvensional) menggunakan aplikasi pemrograman seperti C/C++/delphi dsb, dimana untuk permasalahan baru, biasanya dirancang program baru.

C. Konsep Dasar Sistem Cerdas 
Konsep dasar dalam sebuah sistem cerdas terbagi menjadi 3, yaitu :

 1. Artificial Neural Network
Merupakan konsep bagaimana otak manusia bekerja, seperti yang kita ketahui otak manusia terdiri atas sel saraf yang memiliki network. Network atau jaringan dirumuskan menjadi sebuah persamaan matematis sehingga dapat diaplikasikan pada prosesor.

 2. Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan
Merupakan kelanjutan dari Artificial Neural Network, yaitu konsep bagaimana manusia berpikir. Komputer diharapkan dapat berlaku dan mengambil keputusan seperti manusia, serta mampumempelajari permasalahan yang ada.

 3. Fuzzy Logic atau Logika Samar,
merupakan perasaan yang ditanamkan pada komputer, proses pengambilan keputusan dilakukan 'diantara 1 dan 0'. Komputer dapat memiliki toleransi, unsur rasa atau 'kira-kira', dan kesensitifan dari input yang diberikan.
 
D. Cara Kerja Sistem Cerdas
Layaknya manusia, semakin banyak diberikan pengetahuan, maka semakin terasah kecerdasannya. Pengetahuan dapat diberikan melalui proses pembelajaran. Begitu pula mesin sistem cerdas, dengan diberikan proses pembelajaran maka mesin akan semakin cerdas. Akan secara otomatis manusia melakukan proses pembelajaran, karena kesadaran diri sendiri dan rasa ingin tahunya, namun berbeda pada mesin sistem cerdas, proses pembelajarannya harus diberikan oleh manusia. Apakah bisa suatu mesin sistem cerdas melakukan proses pembelajaran sesuai keinginan sendiri?

Mesin yang akan dicerdaskan harus diberi bekal pengetahuan dengan diberikan proses pembelajaran. Ada beberapa metode sistem cerdas yang dikembangkan. Beberapa permasalahan khusus dikelompokan sebagai berikut :


  •     Formal tasks (matematika, games)

  •     Mundane task (perception, robotics, natural language, common sense,reasoning)

  •     Expert tasks (financial analysis, medical diagnostics, engineering,scientific analysis, dll)
Manusia dalam menjalankan aktivitas tentulah membutuhkan proses berfikir dan membutuhkan kecerdasan. Otak merupakan salah satu organ terpenting manusia, yang berpengaruh terhadap kecerdasan manusia. Agar terasahnya kecerdasan yang pada manusia, tentulah manusia melakukan proses penalaran dan pembelajaran, sehingga mampu melakukan adaptasi dan pengambilan keputusan.




Sumber referensi :
2.      Diktat Sistem Cerdas, oleh Atika Anggraini